بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“seorang wanita dinikahi karena empat pertimbangan: harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, hendaknya engkau lebih memilih wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Untuk Dindaku. yang slalu datang dan pergi berganti seiring ksetiaannya yang tlah hilang untuk ku,diriku yang slalu dalam pencarian Dinda yang belum jua ada untukku, perkenankan diriku bersyair.....
NYUKANG HARJO, SLAGAI LINGGA, LAM-TENG
Ada teduh dalam tatapan matamu ada cinta yang tulus untuk ku ada kasih yang terdalam dalam bathin mu dalam renta menahan sakit mu kau dekap aku dalam bahasa kasih yang tak pernah kumengerti kau kecup aku dengan bahasa cinta sucimu engkau melindungiku saat aku tak berdaya engkau curahkan tetesan kasih laksana embun yang mendinginkan daun dikala fajar menyengat halus lembut belaian tangan mu memberikan kekuatan untuk ku melewati jalan semu di hidup ku keluh kesah suara parau yang kudengar dalam doamu meminta dari yang khaliq sejuta kebaikan untuk diriku dalam derita yang kau tahan, dalam sakit yang kau simpan jelas tergambar duka yang mendalam kau emban dalam pundak deritamu kau simpan dari kami putra putrimu didalam tatapan syahdu dan sendu kau masih diam dan kelu kau meminta untuk beristirahat dalam kesendirianmu mencoba untuk menjauh, karena satu, kau tak mau membagikan duka mu tubuh mu semakin tak berdaya, menahan sakit yang amat menyiksa namun bening tatapan matamu masih memancarkan cinta yang terdalam yang kau punya kau bawa sejuta cinta dan kasih mu, dalam fajar pagi yang hangat melepaskan berjuta-juta beban dalam tubuh mu dalam larikan nafas akhirmu, kau hempaskan sejuta nestafa yang selama ini mengandoli tubuh mu meminta setitik cinta dari tuhan mu untuk jalan kembali

Senin, 09 Mei 2011

Diriku yang menjadi tumpuan curhatan prasaan dan hati yg terluka (sabarlah sahabtku}

Disaat di tengah2 kceriaanku yg tlah bebaz dari hati yang tersakiti,,, ku mrasa bahagia krna smwanya tlah ku lewati ,,,, skrng ku sendiri sepi tanpa pemberat hati,,,,, hari2 kujalani dngan kceriaanku,,,, ku ingin slalu begini,,, meski dirimu tlah meninggalkanku,,, tp aq bhagia karna ku masih brada di tengah orang yg menyayangiku,,,,,{engkao maha adil ya alloh}





hari ini,,, seorng cwe managis kpadaku,,, krna dptzkan cowonya,,,,, aku haruz dngan apa untuk meredam tangisnya,,,, sungguh tak tega melihatnya menagiz,,,,, lama ku ber fikir ,,, akhrnya ku bilang kpdanya,,,,, menegislah sepusnya,,,, ku dengar dia semakin mencurahkan tangisannya,,,, lama dia menagis,,, akrnya lama klamaan redam juga dikit dmi sdikit,,,, aku blang pda nya "udah mendingan?" udah "kata dia,,,, slanjtnya kuhbir dia dengan kbiasaanku,,,, yg slalu memberi tawa,,,,hihihihi,,, eh di ketawa,,,, aku ledek aja teruz,,,, xixixixix,,, akhrnya aku blang,,, dah dlu ya,,, udah malem,,, cpetan bobo,,, biar cepet pagi,,,,, mulai besok sambut mentari dengan senyuman,,,, dan bukalah lembaran barumu,,,,,





alhamdulillah,,,, hehehhee,,, tpi kadang pula diriku mlah jd ikutan sedih,,,, keinget masa lalu seh,,,, tp hmmm,,, egp... gk da gunanya q sedih,,,, btl btl btl???,,,,,,,

Tidak ada komentar: