بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“seorang wanita dinikahi karena empat pertimbangan: harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, hendaknya engkau lebih memilih wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Untuk Dindaku. yang slalu datang dan pergi berganti seiring ksetiaannya yang tlah hilang untuk ku,diriku yang slalu dalam pencarian Dinda yang belum jua ada untukku, perkenankan diriku bersyair.....
NYUKANG HARJO, SLAGAI LINGGA, LAM-TENG
Ada teduh dalam tatapan matamu ada cinta yang tulus untuk ku ada kasih yang terdalam dalam bathin mu dalam renta menahan sakit mu kau dekap aku dalam bahasa kasih yang tak pernah kumengerti kau kecup aku dengan bahasa cinta sucimu engkau melindungiku saat aku tak berdaya engkau curahkan tetesan kasih laksana embun yang mendinginkan daun dikala fajar menyengat halus lembut belaian tangan mu memberikan kekuatan untuk ku melewati jalan semu di hidup ku keluh kesah suara parau yang kudengar dalam doamu meminta dari yang khaliq sejuta kebaikan untuk diriku dalam derita yang kau tahan, dalam sakit yang kau simpan jelas tergambar duka yang mendalam kau emban dalam pundak deritamu kau simpan dari kami putra putrimu didalam tatapan syahdu dan sendu kau masih diam dan kelu kau meminta untuk beristirahat dalam kesendirianmu mencoba untuk menjauh, karena satu, kau tak mau membagikan duka mu tubuh mu semakin tak berdaya, menahan sakit yang amat menyiksa namun bening tatapan matamu masih memancarkan cinta yang terdalam yang kau punya kau bawa sejuta cinta dan kasih mu, dalam fajar pagi yang hangat melepaskan berjuta-juta beban dalam tubuh mu dalam larikan nafas akhirmu, kau hempaskan sejuta nestafa yang selama ini mengandoli tubuh mu meminta setitik cinta dari tuhan mu untuk jalan kembali

Sabtu, 19 November 2011

Insan terlena dalam lelap


Ketika malam ditelan senyap
Insan terlena dalam lelap
Bumi terbenam dalam gelap

Semilir angin malam
Dingin ... mencekam
Menusuk kesendirian
Sadarkan diri akan buaian
Dan belaian ketidak pastian
Dalam terpekur
Ternyata ada yang tak bisa diukur
Walaupun dengan seribu galah
Atau ditukar....
Dengan beras seribu takar

Kerinduan akan kebersamaan
Di mana ada teman untuk luapkan perasaan
Kini jadi dambaan

Tapi bilakah....?
Akan dipertemukan dengan yang sepadan
Sehingga bisa seiring dan sejalan
Dalam pedih, perih dan kebahagiaan
Sehingga hanya Malakat Maut yang dapat memisahkan

jangan pernah lupakan aku


Siang berganti malam, angin bertiup perlahan
hujanpun  basahi bumi
tak ada satupun yang tahu, betapa sedihnya hati ini
aku tak tahu apa yang harus kuperbuat 
malam semakin mencekam, sunyipun semakin bersahabat
seakan tak tahu apa yang akan terjadi
angin malam 
bisikkan padanya, jangan pernah lupakan aku
hadirkanlah aku dalam setiap langkah dan mimpinya
karena hati ini selalu merindukannya, dalam setiap detak jantungku
hai sang waktu 
katakan padanya, kaloe dirinya tak pernah jauh dariku
sebab hati dan cintaku hanyalah buat dia
karena hanya dia yang selalu ada dalam setiap langkahku
dan hanya dia
yang  aku cinta sepanjang hidupku

Si kejora berkedip centil


Seketika sang dirga berganti rupa
Membalut diri dengan selimut lembayung jingga
Memanggil lirih burung-burung yang letih
Pulang ke sarang 'tuk rebah sejenak
Si kejora berkedip centil
Di antara mega-mega jingga raksasa
Memberi pesan menyentil
"Tinggalkan sejenak hiruk-pikuk kerja!"
Sekejap gelap pun menggegap
Bersaing ketat dengan neon nan gemerlap
Seolah berseru lantang
"Janganlah kau buru-buru pergi siang"
Banyak lagi yang belum terselesaikan
Namun malam gelap tetap mendekap
Membalut mesra hati-hati yang resah
Memaksa langkah 'tuk menyerah
Tersungkur dan rebah lalu menyembah
Terimakasih Ya Allah
'tuk selimuti aku dengan malam mesra dan teduh

Nestapa dalam nelangsa


Dari kata kata yang berserakan..........
Kuhimpun sedikit demi sedikit
Kujadikan serangkaian syair
Untuk pengisi dalam sepi ku
Syairk........ syair duka
Walau susah kurangkaikan
Namun akhir jerih payahku
Tercipta jua untain kata-kata yang tak bermakna
Yang sulit kuarti kan
Syairku........... syair duka
Duka dalam nestapa
Nestapa dalam duka
Nestapa dalam nelangsa
Putus tangkai bunga cinta
Layu kian luruh
Luruh kian layu
Dan kering serta berdebu
Syairku adalah nestapa jiwaku
Kesendirian adalah pengobat hatiku

Kamis, 10 November 2011

11 November 2011 waktu aku di lahirkan

“YA Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari pada azab neraka jahanam, dari pada azab kubur, dari pada ujian kehidupan dan kematian, dan dari pada kejahatan ujian al-masih dajjal.”
“YA Allah, dalam sisa umur ku berikanlah aku kesempatan untuk membuat keluarga aku bahagia, membuat orang tua aku merasa bangga”
“YA Allah tuntunlah aku dalam menjalani hidup ini, agar aku selalu dijalan-Mu, agar aku menjadi hamba yang lebih baik dari kemarin”
“YA Allah jadikanlah aku manusia yang menangis saat aku mendapatkan nikmat Mu, jadikanlah aku orang yang tersenyum saat menerima ujian dari Mu dan jadikanlah aku orang yang merasa tenang saat dalam resahku”
Amiin………

Jumat, 04 November 2011

WAKTU telah memisahkanku denganmu

Semalam, aku menangis mengingatmu
ketika semua mata tlah lelap tertidur
ketika hujan lebat tlah rintik
ketika suara angin terasa begitu mencekam..

Semalam,tubuhku menggigil menyadari ketiadaanmu
ketika bau melati menyengat hidungku
ketika lolong anjing memekakkan telingaku
ketika suaramu seolah memanggilku...

Semalam, ketakutanku mengalahkan keberanianku
mengapa kau tega meninggalkan aku
padahal tlah berpuluh mimpi kurangkai bersamamu...

semalam, kensendirianku begitu mencekam kalbu
padahal aku tahu kau takkan kembali padaku
padahal aku tahu tak mungkin kau hadir dikamarku
karna WAKTU telah memisahkanku denganmu