بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“seorang wanita dinikahi karena empat pertimbangan: harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, hendaknya engkau lebih memilih wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Untuk Dindaku. yang slalu datang dan pergi berganti seiring ksetiaannya yang tlah hilang untuk ku,diriku yang slalu dalam pencarian Dinda yang belum jua ada untukku, perkenankan diriku bersyair.....
NYUKANG HARJO, SLAGAI LINGGA, LAM-TENG
Ada teduh dalam tatapan matamu ada cinta yang tulus untuk ku ada kasih yang terdalam dalam bathin mu dalam renta menahan sakit mu kau dekap aku dalam bahasa kasih yang tak pernah kumengerti kau kecup aku dengan bahasa cinta sucimu engkau melindungiku saat aku tak berdaya engkau curahkan tetesan kasih laksana embun yang mendinginkan daun dikala fajar menyengat halus lembut belaian tangan mu memberikan kekuatan untuk ku melewati jalan semu di hidup ku keluh kesah suara parau yang kudengar dalam doamu meminta dari yang khaliq sejuta kebaikan untuk diriku dalam derita yang kau tahan, dalam sakit yang kau simpan jelas tergambar duka yang mendalam kau emban dalam pundak deritamu kau simpan dari kami putra putrimu didalam tatapan syahdu dan sendu kau masih diam dan kelu kau meminta untuk beristirahat dalam kesendirianmu mencoba untuk menjauh, karena satu, kau tak mau membagikan duka mu tubuh mu semakin tak berdaya, menahan sakit yang amat menyiksa namun bening tatapan matamu masih memancarkan cinta yang terdalam yang kau punya kau bawa sejuta cinta dan kasih mu, dalam fajar pagi yang hangat melepaskan berjuta-juta beban dalam tubuh mu dalam larikan nafas akhirmu, kau hempaskan sejuta nestafa yang selama ini mengandoli tubuh mu meminta setitik cinta dari tuhan mu untuk jalan kembali

Jumat, 28 Oktober 2011

ingin ku ucapkan stangkai kata menyambut malammu

Bila pagi tadi kau marah padaku..
Maka sore ini maafkanlah aku……
Bila sore ini maafmu masih semahal guyuran air musim kemarau….
Maka sambutlah malammu…
Dengan semua senyum….
Jangan membenciku…

Bila kau masih membenciku…..
Katakan dengan jujur di mimpi malam ini..
met tidur sayang…
Doaku akan jaga tidur manismu…
Sambutlah..

Malam ini sunyi…..
Tak ada bintang……
Bulanpun masih malu….
Tapi anganku tetap menembus batas mimpimu…

Malam ini aku ingin mengusap…..
Mata indahmu yang kemarin basah menangis….
Kebencianmu tlah kau ungkapkan…
Meski lewat tetes demi tetes air mata pengaduanmu….

Sayang…
Lihatlah…
Bintang itu cuma satu…
Karna ia yang paling terang…..
Seperti do’aku malam ini…
Jaga tidurmu….dan sampaikan salamku pada malaikat kecil yang di samping menjagamu.

Mimpimu malam ini ku harap indah.
Seindah apa yang kau lihat saat bunga2 merekah..
Di taman mimpimu berteman dengan para peri.
Merasakan Keharuman bunga2 tak berduri..
Semoga harapan esok kan terwujud nyata.
Mengiringi angan yang selama ini menyapa..
Semoga bunga hatimu senantiasa tersirami oleh sejuta kasih sayang.
Dan kan tetap mekar,
Menyebarkan keharuman yang takkan pernah hilang..
Selamat tidur sayang..

mendung menggantung
tanda nyanyian hujan kan datang
rindu masih ada
dan cemburu menemaninya
ketakterwujudan adalah sakit
yang tertunda
terimalah rindu dan cemburu

biduk berlalu
tepian tak bergeming
mentari meredup
sembunyikan sinarnya
seiring ode malam
menghantar ke peraduan
selamat malam sobatku,
moga esok lebih baik

rasa nyaman itu
tak bisa hilang,
asa itu memudar
seperti bara yang
kehilangan panas,
pelita itu masih
ada walau redup
selamat tidur
semoga indah
bunga tidurmu


Andai saja kamu masih ada di sampingku....

Tidak ada komentar: